Tujuh Keajaiban Dunia

Suatu pagi, di Masjid Al-Qolam, Islamic Centre Iqro, saya mendengar seorang Ustaz sedang memberikan sebuah renungan singkat kepada para murid SDIT Iqro…

Pagi hari di suatu kelas, seorang guru yang memberikan tugas kepada murid-muridnya. Sang guru meminta para murid untuk mengeluarkan selembar kertas dan menyiapkan pensil. Kemudian sang guru meminta para murid untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia yang mereka tahu di kertas selembar tadi. Selang beberapa menit, ketika waktu yang diberikan dirasa cukup, sang guru meminta para murid untuk segera mengumpulkan kertas berisi 7 Keajaiban Dunia itu ke mejanya. Satu per satu para murid menuju meja sang guru untuk mengumpulkan tugas mereka. Di antara para murid, ada beberapa yang mengantri untuk mengumpulkan, namun ada juga yang begitu bersemangat sehingga ia menerobos kerumunan temannya yang berada di depan meja sang guru. Tapi, ada pemandangan berbeda di sudut depan kelas itu. Seorang siswi berjilbab masih duduk dengan tenang di atas kursinya yang berada di pojok kiri kelas. Tampaknya ia ragu untuk mengumpulkan tugasnya. Namun, ketika teman-temannya yang lain telah mengumpulkan tugas mereka, tak ada pilihan lain bagi gadis kecil pemalu ini kecuali turut mengumpulkan tugas yang ia kerjakan. Dengan langkah yang berat ia berjalan menuju meja gurunya, dan dengan ragu ia menyodorkan kertas yang ia pegang kepada gurunya. Diterimalah kertas pekerjaannya itu oleh sang guru yang langsung menggabungkan kertas si gadis pemalu tadi dengan tumpukan kertas lain milik teman-temannya. Usai semua murid mengumpulkan tugas, sang guru mengakhiri pelajaran hari itu dan memperbolehkan para murid untuk pulang.

Malam hari, di rumah sang guru. Dengan semangat sang guru memeriksa hasil pekerjaan murid-muridnya atas tugas menulis 7 Keajaiban Dunia yang diberikannya pagi tadi di sekolah. Satu demi satu lembaran kertas itu ia baca dan ia periksa. Semua lembaran yang ia periksa berisi nama-nama tempat atau bangunan yang memang merupakan bagian dari 7 Keajaiban Dunia, seperti Taj Mahal, Tembok Besar China, Piramida, dll. Sang guru memberi tanda check list pada setiap kertas yang benar berisi tentang 7 Keajaiban Dunia. Sejauh ini, semua kertas persis berisi hal yang sama, jika ada perbedaan, itu hanya pada posisi penulisannya. Akhirnya sang guru mengambil kertas terakhir yang ada di hadapannya. Ya, kertas itu milik gadis kecil pemalu yang duduk di pojok depan kelas. Sang guru terdiam ketika memeriksa kertas milik gadis pemalu itu. Kertas itu betuliskan “Tujuh Keajaiban Dunia : bisa melihat, bisa mendengar, bisa berbicara, bisa menyentuh, bisa menyayangi, bisa dicintai, dan bisa tertawa”.Kemudian sang guru menghela nafasnya dalam-dalam, setelah itu memberi tanda check list pada kertas si gadis kecil pemalu itu.

Begitulah kisah ini mengajarkan kepada kita, bahwa tak perlulah kita menjelajah ke ujung dunia untuk melihat sebuah keajaiban. Sebab Allah telah menebarkan begitu banyak keajaiban di seluruh alam ini. Hanya saja, terkadang mata ini terpejam sehingga tak dapat melihatnya, telinga ini terkunci sehingga tak mampu mendengarnya, mulut ini membisu sehingga tak bisa mengakuinya, dan hati ini beku sehingga tak mampu meyakininya.

Wallahua’lam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s